Mati sYahid yanG kita haRapkan

| Rabu, 24 April 2013



           Banyak tanda-tanda mati syahid/khusnul khotimah yang telah disimpulkan oleh ulama' dengan penelitian terhadap nash-nash yang terkait.nah.. disini bakal di uraikan satu-satu buat anda semua,APAKAH MATI SYAHID HANHYA DIGELARKAN BAGI MEREKA-MEREKA YANG MENINGGAL DI MEDAN PERPERANGAN???.. wahhh,jadi tanya tanda besar nih,,,
coba kita lihat yuk...

Pertama, orang yang keluar dari rumahnya dengan tujuan berjihad, kemudian ia mati dengan sebab apapun.
 Dari Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah berkata, “Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk berjihad di jalan Allah kemudian mati terbunuh, mati terjatuh dari tunggangannya, mati disengat hewan beracun, atau mati di atas ranjangnya dengan jalan (cara) apapun yang Allah kehendaki, maka ia mati syahid dan ia berhak mendapatkan surga.” [Shahih: Sunan Abu Dawud no. 2499. Shahih Al-Jami’ no. 6413]

Kedua, orang yang terbunuh di jalan Allah sekaligus peralatan jihadnya.
 Dari Abu Umamah, Rasulullah berkata, “Sebaik-baik orang yang mati syahid adalah orang yang darahnya dialirkan (terbunuh oleh musuh) dan kudanya juga dibunuh.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 1108]

Ketiga, orang yang berdoa meminta kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan syahid meskipun ia mati di atas tempat tidurnya.
 Dari Sahl bin Hunaif, Rasulullah berkata, “Barangsiapa benar-benar meminta mati syahid niscaya Allah mengantarkannya kepada derajat orang-orang yang mati syahid sekalipun ia mati di atas ranjangnya.” [Shahih: Shahih Muslim no. 1909]
Ibnu Hajar berkata, “Derajat orang yang berjihad terkadang bisa diraih oleh orang yang tidak berjihad. Bisa jadi karena niatnya yang tulus atau bisa juga karena amal shalih yang menyamainya. Setelah menjelaskan bahwa surga firdaus itu dipersiapkan untuk orang-orang yang berjihad, Allah memerintah kita untuk berdoa meminta surga Firdaus.” [Fat-h Al-Bari 6/16 syarah hadits no. 279]

Keempat, orang yang mati karena terserang penyakit tha’un.
 Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah berkata, “Orang yang lari (menghindar) dari penyakit tha’un seperti orang yang lari dari peperangan. Siapa yang bersabar menerimanya, niscaya mendapatkan pahala mati syahid.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 4277]

Kelima, meninggal karena membela hartanya.
 Dari ‘Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Rasulullah berkata, “Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya maka ia mati syahid.” Dalam suatu riwayat disebutkan dengan redaksi, “Barangsiapa yang hartanya hendak diambil orang tanpa alasan yang benar, kamudian ia mempertahankannya sampai ia terbunuh, maka ia mati syahid.” [Shahih: Shahih Al-Bukhari no. 2480; Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 4771]

Kelima, meninggal karena membela diri, agama, atau keluarganya
 Dari Sa’id bin Zaid, Rasulullah berkata, “Barangsiap terbunuh karena membela hartanya berarti ia mati syahid, barangsiapa terbunuh karena membela darahnya berarti ia mati syahid, barangsiapa terbunuh karena membela agamanya berarti ia mati syahid, dan barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya berarti ia mati syahid.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 6445; Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 4772]
Saya mendengar hati Anda bertanya, ”Saya ingin tetap hidup dan harta saya masih ada. Apa saya tidak boleh untuk tetap hidup dan tidak meninggal terlebih dahulu?” Saudaraku, ternyata kegusaran hati Anda ini sudah pernah dialami oleh shahabat Rasulullah. Dari Mukhariq, ia menceritakan, Seseorang datang kepada Nabi, ia berkata, “Seseorang datang kepadaku, kemudian ia menginginkan hartaku?” Nabi memberikan solusi, ”Ingatkanlah ia kepada Allah.” Ia menyahut, ”Jika ia tidak mau mengingat-Nya?” Nabi memberikan solusi kembali, ”Mintalah pertolongan kepada orang-orang di sekitarmu dari kaum muslimin.”  Ia bertanya, ”Jika di sekitarku tidak ada seorang pun dari kaum muslimin?” Nabi melanjutkan solusi beliau, ”Memintalah pertolongan kepada penguasa.” Ia masih bertanya lagi, ”Jika penguasa jauh dariku?” Akhirnya Nabi memerintahkannya, ”Hadapilah ia, maka Anda termasuk golongan syahid akhirat atau Anda mempertahankan hartamu.”.” [Hasan shahih: Shahih Sunan An-Nasa`i no. 4092; Ahkam Al-Janaiz hal. 41]
Saudaraku, bagaimana? Sudah tenangkah Anda sekarang? Saudaraku, membela diri itu wajib. Ketika ada orang yang menzhalimi kita, kita wajib untuk melawannya dan menghentikannya dari kezhalimannya. Jadi makna hadits di atas bukanlah berarti ketika ada orang yang menzhalimi kita, lantas kita pasrah diam begitu saja mempersilahkan orang itu menzhalimi kita.
Tidak begitu wahai saudaraku. Itu adalah sikap yang memalukan. Bahkan Allah telah menegaskan akan kewajiban membela diri dan memujinya.  
”Dan mereka itu apabila ditimpa kezhaliman, mereka dapat mempertahankan (menolong) diri sendiri.” [Al-Qur`an surah Asy-Syura (42) ayat 39].
  Lawanlah setiap kezhaliman wahai saudaraku! Atau jika engkau tidak ingin, maka kewajiban Anda hanyalah mencegah kezhaliman itu agar tidak semakin besar dan berlanjut.

Keenam, meninggal karena sakit radang selaput dada.

 Dari ‘Uqbah bin Amir, Rasulullah berkata, “Meninggal karena dzatul janbi (sakit radang tenggorokan) adalah syahid.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 6738] Dzatul janbi adalah bisul yang tumbuh di tenggorokan dan tumbuh kea rah dalam atau ke arah luar sampai membuat penderitanya meninggal. [Lihat Jami’ Al-Ushul, Ibnu Al-Atsir 2/742]

Ketujuh, meninggal karena mabuk laut dan tenggelam.
 Dari Ummu Haram, Rasulullah berkata, “Orang yang (meninggal karena) mabuk laut akan mendapatkan pahala orang yang mati syahid. Dan orang yang mati karena tenggelam mendapatkan pahala dua orang yang mati syahid.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 6642] Tenggelam tidak hanya di air, tapi tenggelam mencakup pula tenggelam di darat, seperti tertimbun longsor, tertimbun saat menggali, tertimbun saat berada di dalam gua, tertimbun hujan abu vulkanik, tertimbun tsunami, dan sejenisnya.

Kedelapan, meninggal karena penyakit perut, terbakar, terkena banjir, atau wanita yang meninggal ketika melahirkan atau karena melahirkan (yaitu saat nifas)
 Dari Rasyid bin Hubaisy, Rasulullah berkata, “Orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid. Orang yang mati karena sakit tha’un adalah syahid. Orang yang mati karena tenggelam adalah syahid. Orang yang mati karena wabah penyakit perut adalah syahid. Orang yang mati karena terbakar adalah syahid. Orang yang mati karena banjir adalah syahid. Wanita yang meninggal ketika melahirkan, besok akan ditarik oleh anaknya dengan pusarnya ke surga.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 4439]
Dari ‘Abdullah bin Busr, Rasulullah berkata, “Orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid, orang yang meninggal karena wabah penyakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena wabah penyakit tha’un adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid, dan wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 4441]
Kesembilan, meninggal karena tabrakan.
 Dari Abu Hurairah, Rasulullah berkata, “Orang-orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena wabah penyakit tha’un, orang yang meninggal karena wabah penyakit perut, orang yang meninggal karena tenggelam, orang yang meninggal karena tabrakan, dan orang yang (meninggal) ketika berjihad di jalan Allah.” [Shahih: Shahih Al-Bukhari no. 2829; Shahih Muslim no. 1914]

Kesepuluh, wanita yang meninggal bersama janinnya
 Dari Jabir bin Atik, Rasulullah berkata, “Orang yang mati syahid selain orang yang terbunuh di jalan Allah ada tujuh; orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid, orang yang meninggal karena terjangkit wabah tha’un adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit radang selaput dada adalah syahid, orang yang meninggal karena wabah penyakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena terbakat adalah syahid, orang yang meninggal karena tabrakan adalah syahid, wanita yang meninggal bersama janin yang ada dalam kandungannya adalah syahid.” [Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 3739]

Kesebelas, meninggal karena penyakit paru-paru.
 Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit, Rasulullah berkata, “Orang yang meninggal karena penyakit 
Keduabelas, meninggal karena membela diri dari kezhaliman orang lain.
 Dari Suwaid bin Muqarrin, Rasulullah berkata, “Siapa yang terbunuh karena menentang orang yang menzhaliminya, maka ia adalah syahid.” [Shahih: Shahih Sunan An-Nasa`i no. 4107; Ahkam Al-Janaiz hal. 42]

wah..ternyata mati sahid bukan hanya mereka-mereka yang mati ketika dalam medan perang teman-teman.

0 ulasan:

Catat Ulasan

Next Prev

apakah anda suka dengan artikel* ini ?

▲Top▲